Kebiasaanku Menentukan Kehidupanku di Masa Depan

 


Identitas Buku

Judul Buku      : Is It Bad or Good Habits

Tebal               : vi + 134 halaman

Pengarang       : Sabrina Ara

Penerbit           : Syalmahat Publishing

Tahun Terbit   : 2021

 

Sinopsis

            Mengecek handphone? Meminum segelas air putih? Membuat to do list? Atau stalking sosial media mantan? Itu adalah beberapa pertanyaan yang dilemparkan kepada pembaca saat pertama kali membuat buku Is It Bad or Good Habits. Pertanyaan tersebut tidak berhenti di sana, selanjutnya pembaca juga akan ditanya apakah kegiatan di atas termasuk ke dalam kebiasaan atau rutinitas kita sehari-hari saat kita baru bangun dari tidur.

Melalui buku ini, kebiasaan dan rutinitas adalah suatu hal yang berbeda. Kebiasaan adalah sesuatu yang dilakukan oleh seseorang secara berulang-ulang yang sering kali dilakukan tanpa sadar, lain halnya dengan rutinitas yang merupakan tindakan yang dilakukan berdasarkan pola yang sama dan memiliki urutan tertentu.

            Buku yang terbagi menjadi tujuh bab ini membeberkan bagaimana kita harus mengenali tentang kebiasaan atau rutinitas yang selama ini kita lakukan, apa itu termasuk ke dalam kebiasaan yang baik atau tidak. Pada bab pertama, buku ini mengawali untuk kita mengenali seberapa jauh kita mengenal diri kita sendiri. Selanjutnya buku ini mengajak untuk bisa merubah diri kita menjadi lebih baik melalui aktivitas sehari-hari. Kita juga diajak untuk bisa meninggalkan habit yang tidak baik dan berubah menuju habit baru yang lebih baik.


Kenali Antara Kebiasaan atau Rutinitas

            Terbangun di pagi hari kemudian beranjak menyeduh teh, mengecek agenda harian, dilanjutkan dengan membaca koran dan barulah mengerjakan tugas-tugas kantor. Aktivitas barusan dilakukan secara berurutan dan teratur, maka itu disebut dengan rutinitas. Rutinitas akan dilakukan jika sudah memiliki pola yang sama dan dilakukan terus-menerus.

            Pada awalnya, sebelum menjadi rutinitas ada banyak tantangan yang harus dilakukan. Baik itu rasa malas, waktu yang tidak sesuai atau halangan-halangan lain. Walaupun begitu dengan usaha yang sungguh-sungguh seseorang akan mampu membuat aktivitas menjadi sebuah rutinitas. Rutinitas bisa membuat kita menjadi lebih menghemat waktu karena setiap bangun di pagi hari, kita sudah mempunya agenda yang hendak dilakukan.

            Rutinitas bisa terbentuk dari kebiasaan. Seperti misalnya, seorang pria yang rutin bangun di pukul 4 pagi kemudian mandi, menyeduh kopi dan menulis. Rutinitas itu adalah serangkaian kebiasaan yang mana pria tersebut tidak perlu mengeluarkan energi lebih untuk melakukannya. Rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Sang Pria sudah menjadi kebiasaan yang bisa jadi akan ia lakukan tanpa sadar. Itulah yang disebut dengan kebisaan.

            Ketika pria tersebut menulis, maka ia akan mendapatkan rasa senang dan koleksi tulisannya akan bertambah. Hal itu bisa lebih membangkitkan rasa semangat pria tersebut untuk selalu menulis. Dalam teori Dunhigg, itu disebut dengan lingkaran kebiasaan yang mencakup tiga komponen yaitu sinyal (cue), rutinitas (routine), dan penghargaan (reward). Dalam hal Sang Pria, bisa saja ia terbangun di pukul 4 pagi karena terbangun oleh alarm yaitu sebagai sinyal, kemudian ketika menulis itu sebagai rutinitas, dan rasa senang serta koleksi tulisan bertambah sebagai penghargaannya.

            Wujud dari penghargaan bisa beragam baik berbentuk fisik maupun hanya sekedar rasa senang. Kehadiran penghargaan inilah yang bisa menjadi pendorong kita untuk bisa membuat rutinitas menjadi kebiasaan. Dunhigg juga menyebutkan bahwa cara yang efektif untuk mengubah satu kebiasaan adalah dengan mempertahankan sinyal dan penghargaan dari lingkaran kebiasaan.


Good Habit or Bad Habit

            Kebiasaan setiap orang bisa berbeda-beda, itu tergantung faktor-faktor yang mempengaruhinya. Seseorang bisa mempunyai kebiasaan baik dan juga kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk inilah yang terkadang bisa menimbulkan kerugian bagi orang lain, walaupun kenyataannya kebiasaan buruk itu yang merugikan kita.

            Terdapat lima pemicu pendorong kebiasaan buruk sehingga bertahan lama yaitu lokasi, waktu, kondisi emosional, orang lain dan tindakan sebelumnya. Contohnya, ada orang boros ketika mendapatkan kiriman dari orang tuanya atau mudah marah ketika bersama orang tertentu.

            Kebiasaan buruk bisa kita hindari dengan terlebih dahulu mengetahui pemicu dari kebiasaan buruk tersebut. Misalnya, ketika kita sadar bahwa sering bangun siang. Kita harus cari tahu dulu pemicunya, bisa jadi pemicunya adalah sering begadang. Setelah tahu pemicunya, kita bisa merencanakan langkah selanjutnya.

            Beberapa hal ini adalah ciri-ciri bad habit yang merugikan dan membuat tidak produktif yaitu menunda-nunda pekerjaan, tidak menghargai waktu, menahan diri, membatasi diri, merasa paling benar, mencari aman, mudah mengeluh, tidak bisa menolak, berpikir negatif, berlebih-lebihan, menimbun barang, mudah marah, malas gerak, bergosip, membanding-bandingkan, dan mengungkit.

            Lalu, apa kebiasaan baik yang kita miliki? Albert E. N. Gray menyebutkan “orang sukses mempunyai kebiasaan mengerjakan hal-hal yang tidak suka dikerjakan oleh orang-orang gagal.” Kebiasaan baik bisa dibentuk perlahan-lahan karena pada hakikatnya kebiasaan bisa diciptakan.

            Contoh dari good habit yang harus dipertahankan adalah seperti disiplin dan tepat waktu, hidup sehat, berpikir positif, menabung, pantang menyerah, gigih, menyelesaikan masalah hingga tuntas, mau belajar, mengatur keuangan, dan membaca buku.


Lingkungan Sekitar Memberikan Pengaruh

            Kehadiran orang-orang dan lingkungan yang kita tinggali sangat memberikan pengaruh besar kepada kita. Bagaimana orang bersikap kepada kita, apa yang orang katakan kepada kita, itulah yang bisa mempengaruhi kebiasaan kita. Maya Angelou mengatakan “kamu mungkin tidak mengontrol semua peristiwa yang terjadi padamu, tetapi kamu dapat memutuskan untuk tidak terpengaruh olehnya.”

            Akan selalu datang hal-hal yang terjadi di luar kendali kita terutama ucapan yang dilontarkan. Entah itu secara blak-blakan, Bahasa tubuh, atau bisikan di belakang kita. Hal yang perlu kita lakukan adalah tetaplah berusaha berpikir positif tanpa memberikan perlawanan, amarah, kebencian, atau bahkan dendam. Jadi, tunjukkan saja yang terbaik yang bisa kita lakukan dan bertekad bahwa yang kita lakukan akan membuahkan hasil.

            Dorongan untuk bisa merubah atau mempertahankan kebiasaan baik tidak datang dari diri sendiri. Kita juga perlu dorongan dari luar, yakni orang-orang terdekat dan lingkungan pergaulan yang tepat. Bergaul dengan siapa akan berpengaruh terhadap hasil usaha untuk berubah.


Kelebihan Buku

            Membangun kebiasaan baik dan meninggalkan kebiasaan buruk adalah hal yang tidak mudah. Melalui buku ini, orang-orang yang mau berusaha untuk melakukannya akan termotivasi dengan membacanya. Penggunaan bahasa yang ringan dan desain buku yang sederhana membuat pembaca dengan mudah mengikuti alurnya. Buku ini memberikan juga tabel-tabel untuk kita intropeksi diri terhadap kebiasaan kita. Pada bab terakhir diberikan juga cerita dari orang-orang sukses dan kebiasaanya.


Kesimpulan

            Buku Is It Bad or Good Habits membahas tentang kebiasaan baik dan kebiasaan buruk yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Pentingnya mengenali diri sendiri hingga diajak untuk meninggalkan kebiasaan buruk menuju ke kebiasaan baik. Buku ini juga membahas ciri-ciri kebiasaan buruk yang merugikan dan membuat tidak produktif. Sebaliknya, buku ini menekankan pentingnya membentuk kebiasaan baik seperti disiplin, hidup sehat, hingga berpikir positif.

Komentar

Postingan Populer